Souvenir.co.id - YOGYAKARTA, Persaingan bisnis yang semakin terbuka membuat pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk dan pelayanan. Di tengah perubahan perilaku konsumen, keberadaan bisnis di internet menjadi salah satu bagian penting dalam proses mendapatkan pelanggan baru.
Calon pelanggan kini dapat menemukan berbagai pilihan produk dan jasa hanya dengan melakukan pencarian di Google. Kondisi tersebut membuat website, Search Engine Optimization (SEO), dan Google Ads semakin relevan bagi bisnis yang ingin membangun jangkauan pemasaran secara digital.
Menurut
Doddy Varonis Muliawan, praktisi digital yang telah menangani berbagai proyek SEO, Google Ads, dan pengembangan website bisnis, pemasaran melalui mesin pencari sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai aktivitas mendatangkan trafik.
“Bisnis perlu memahami terlebih dahulu bagaimana calon pelanggan mencari produk atau jasa yang mereka butuhkan. Dari sana baru ditentukan apakah pendekatan yang lebih tepat menggunakan SEO, Google Ads, atau kombinasi keduanya,” ujar Doddy.
Ketika Calon Pelanggan Mulai dari Google
Perubahan perilaku konsumen membuat mesin pencari menjadi salah satu titik awal perjalanan pelanggan.
Seseorang yang membutuhkan jasa tertentu, misalnya, dapat mencari informasi melalui Google sebelum menentukan pilihan. Mereka dapat membandingkan beberapa penyedia jasa, melihat website, membaca informasi layanan, mencari lokasi, hingga menghubungi bisnis yang dianggap paling meyakinkan.
Dalam kondisi tersebut, bisnis yang tidak memiliki kehadiran digital yang memadai berpotensi kehilangan kesempatan untuk ditemukan oleh calon pelanggan.
SEO menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membangun visibilitas website secara organik. Sementara Google Ads memberikan kesempatan bagi bisnis untuk menampilkan iklan ketika pengguna melakukan pencarian yang berkaitan dengan produk atau jasa tertentu.
Keduanya memiliki karakter yang berbeda.
SEO membutuhkan proses untuk membangun visibilitas dan relevansi website, sedangkan Google Ads memungkinkan bisnis mendapatkan eksposur melalui iklan berbayar sesuai target yang ditentukan.
Tidak Semua Bisnis Membutuhkan Strategi yang Sama
Menurut
Doddy, salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam pemasaran digital adalah menganggap semua bisnis dapat menggunakan strategi yang sama.
Bisnis lokal, perusahaan manufaktur, toko online, klinik, bengkel, maupun perusahaan penyedia jasa memiliki karakter pelanggan dan pola pencarian yang berbeda.
Karena itu, strategi digital perlu disesuaikan dengan karakter masing-masing bisnis.
“Yang penting bukan sekadar website muncul di Google. Kita perlu memahami kata kunci yang digunakan calon pelanggan, tujuan pencariannya, wilayah yang ditargetkan, serta bagaimana mereka mengambil keputusan setelah menemukan sebuah bisnis,” jelasnya.
Pendekatan tersebut menjadi semakin penting bagi bisnis yang mengandalkan pelanggan dari wilayah tertentu.
Untuk bisnis lokal, misalnya, optimasi dapat diarahkan pada pencarian yang mengandung nama kota atau wilayah layanan. Dengan demikian, website tidak hanya berusaha mendapatkan trafik sebanyak mungkin, tetapi mendapatkan pengunjung yang memiliki kemungkinan membutuhkan produk atau jasa tersebut.
Pengalaman Menangani Berbagai Jenis Bisnis
Pendekatan tersebut merupakan bagian dari pengalaman profesional Doddy Varonis Muliawan dalam menangani berbagai proyek digital.
Di bidang SEO, pengalaman tersebut mencakup optimasi website untuk Klinik Gigi Key Dental Care Klaten, TEN LED Jakarta, Bintang Bodykit Godean, Las Mahkota Harmonika Surabaya, Zazz Indo Garment, Jogja Garden Asri, Ori Laser Advertising Jakarta, dan beberapa bisnis lainnya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana strategi SEO diterapkan pada sektor yang berbeda, mulai dari kesehatan, otomotif, manufaktur, advertising, garment, hingga bisnis lokal.
Selain SEO, Doddy juga memiliki pengalaman dalam pengelolaan Google Ads.
Beberapa proyek yang tercatat dalam pengalaman profesionalnya antara lain CV Mandiri Sukses Logam, SedotWCMagelang.com, dan Witgedhe.
Keberagaman proyek tersebut menjadi pengalaman penting untuk memahami bahwa pemasaran digital tidak dapat dilepaskan dari karakter bisnis yang sedang dipasarkan.
Website Sebagai Aset Digital
Bagi Doddy, website memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menjadi halaman informasi perusahaan.
Website dapat menjadi salah satu aset digital yang bekerja bersama berbagai kanal pemasaran lainnya.
SEO dapat digunakan untuk membangun trafik organik, Google Ads untuk mendapatkan jangkauan melalui iklan, sementara media sosial dapat membantu membangun komunikasi dan memperlihatkan aktivitas bisnis.
Ketika berbagai aset tersebut dikelola secara terintegrasi, bisnis memiliki peluang untuk membangun kehadiran digital yang lebih kuat.
Website juga memberikan ruang bagi bisnis untuk menjelaskan produk atau jasa secara lebih lengkap dibandingkan hanya mengandalkan media sosial.
Informasi seperti profil perusahaan, layanan, portofolio, lokasi, pengalaman, FAQ, dan cara menghubungi bisnis dapat disusun dalam satu aset yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.
SEO Tidak Hanya Tentang Ranking
Pembahasan mengenai SEO sering kali berhenti pada pertanyaan mengenai posisi website di Google.
Namun dalam praktik bisnis, posisi di mesin pencari hanyalah salah satu bagian dari tujuan yang lebih besar.
Traffic yang datang harus relevan dengan bisnis. Pengunjung perlu mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Website juga harus memberikan alasan bagi calon pelanggan untuk mempercayai bisnis tersebut.
Karena itu, optimasi mesin pencari perlu berjalan bersama dengan pengembangan kualitas website dan informasi bisnis.
Menurut Doddy, keberhasilan SEO sebaiknya tidak hanya dilihat dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari seberapa besar kontribusinya terhadap tujuan bisnis.
“Traffic memang penting, tetapi traffic bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah apakah trafik tersebut datang dari orang yang memang membutuhkan produk atau jasa yang kita tawarkan,” katanya.
Google Ads dan SEO Dapat Saling Melengkapi
SEO dan Google Ads juga tidak harus diposisikan sebagai dua strategi yang saling menggantikan.
Dalam kondisi tertentu, Google Ads dapat digunakan untuk mendapatkan visibilitas lebih cepat pada kata kunci yang memiliki nilai bisnis tinggi. Sementara SEO dapat dikembangkan secara bertahap untuk membangun aset organik dalam jangka panjang.
Kombinasi keduanya memungkinkan bisnis mendapatkan peluang dari pencarian berbayar sekaligus membangun kehadiran organik.
Namun, strategi tetap perlu disesuaikan dengan anggaran, tingkat persaingan, karakter produk, wilayah pemasaran, serta tujuan bisnis.
Pengalaman Menjadi Bagian dari Proses Belajar
Bagi seorang praktisi digital, pengalaman menangani berbagai bisnis juga menjadi proses belajar yang berkelanjutan.
Perubahan algoritma mesin pencari, perkembangan teknologi AI, perubahan perilaku pengguna, serta semakin ketatnya persaingan membuat strategi digital harus terus berkembang.
Pengalaman dari satu industri dapat memberikan perspektif yang berbeda ketika diterapkan pada industri lainnya.
Dari pengalaman di bidang pemasaran konvensional hingga kemudian berkembang ke website, SEO, Google Ads, dan digital marketing, perjalanan profesional Doddy Varonis Muliawan memperlihatkan bagaimana pemasaran terus berubah mengikuti perkembangan teknologi dan perilaku konsumen.
Membangun Kehadiran Digital Secara Berkelanjutan
Bagi bisnis yang ingin berkembang melalui internet, membangun kehadiran digital bukan pekerjaan yang selesai dalam satu kali proses.
Website perlu dikembangkan, konten perlu diperbarui, performa SEO perlu dievaluasi, kampanye iklan perlu dianalisis, dan perilaku calon pelanggan perlu terus dipahami.
Karena itu, strategi digital sebaiknya dipandang sebagai proses jangka panjang.
Pengalaman menangani berbagai jenis bisnis menjadi salah satu modal bagi Doddy Varonis Muliawan dalam membantu pelaku usaha memahami bagaimana website, SEO, dan Google Ads dapat ditempatkan sebagai bagian dari strategi pemasaran bisnis secara keseluruhan.