Review Jujur: 10 Software Tracking Iklan Terbaik 2026 (Selamat Tinggal Boncos!)
| Review Jujur: 10 Software Tracking Iklan Terbaik 2026 (Selamat Tinggal Boncos!) |
Tapi sekarang? Boro-boro.
Sejak update iOS yang makin gila privasinya, ditambah browser kayak Chrome yang mulai mematikan third-party cookies, data di dashboard iklan gue sering banget miss. Di dashboard bilangnya cuma ada 5 penjualan, padahal di rekening masuk duit buat 10 penjualan.
Selisih data ini (atau yang sering disebut Signal Loss) bahaya banget. Kenapa? Karena algoritma iklan jadi "bodoh". Dia nggak tahu siapa yang sebenarnya beli, jadi dia gagal nyariin audiens serupa (Lookalike). Akibatnya: CPA Mahal, ROAS Anjlok.
Karena udah capek boncos, setahun terakhir ini gue nyobain macem-macem software tracking iklan pihak ketiga. Dari yang harganya selangit sampai yang ramah di kantong.
Buat kalian yang lagi nyari solusi, berikut adalah Top 10 Software Tracking Iklan versi gue di tahun 2026.
1. Konektor (The Best All-Rounder & Local Hero) 🇮🇩
Gue taruh ini di nomor 1 bukan tanpa alasan. Awalnya gue skeptis, tapi setelah nyoba, Konektor ini game changer banget buat pasar Indonesia.
Konektor pada dasarnya adalah software tracking iklan berbasis server-side. Bedanya sama tools luar, dia ngerti banget "penderitaan" pebisnis lokal, terutama soal WhatsApp.
Kenapa Gue Suka:
Solusi Landing Page ke WA (LP-to-WA): Ini penyakit advertiser di Indo: banyak user yang klik tombol WA di Landing Page, tapi pas masuk aplikasi WA, nggak jadi kirim chat (ghosting). Kalau pakai Pixel standar, klik itu udah diitung konversi "Purchase" atau "Lead". Hasilnya? Iklan jadi mahal karena algoritma ngejar "Clicker", bukan "Chatter". Konektor ngebantu banget memvalidasi sinyal ini supaya Meta Ads dapet data yang lebih berkualitas.
Offline Conversion Import: Gabungan sama poin di atas, kalau deal-nya terjadi di WA (manual transfer), datanya bisa kita "balikin" ke Facebook/Google Ads. Jadi algoritma iklan bakal nyari orang yang "hobi transfer", bukan cuma "hobi klik tombol WA".
Fitur Deduplikasi-nya Juara: Dia punya sistem Event ID yang rapi banget. Jadi kalau kalian pasang pixel browser + server side barengan, dia bakal bersihin data gandanya. Laporan jadi bersih.
Support Lokal: Kalau ada error, tim support-nya enak diajak diskusi teknis (bahkan sampai level CTO-nya sering bantu kasih insight). Nggak perlu nunggu timezone Amerika.
Cocok Buat: UMKM, Brand Lokal yang main Traffic to WA, Agensi, sampai Korporat yang butuh data akurat dengan harga yang masuk akal (Rupiah friendly!).
2. Triple Whale (Raja E-Commerce Shopify)
Kalau toko online kalian basisnya 100% Shopify dan target pasarnya luar negeri (US/Europe), Triple Whale ini salah satu yang terbaik.
Kelebihan: Dashboard-nya (Pixel) cakep banget. Visualisasinya enak, kita bisa liat net profit secara real-time setelah dipotong COGS dan ad spend.
Kekurangan: Mahal banget buat kurs Rupiah. Dan kalau website kalian bukan Shopify (misal WooCommerce atau Custom), fiturnya jadi kurang maksimal.
3. Hyros (The Legend for High-Ticket)
Siapa yang nggak kenal Hyros? Iklannya ada di mana-mana. Software tracking iklan ini emang legend banget buat yang jualan High-Ticket (produk mahal) atau Course/Webinar.
Kelebihan: Long-term attribution-nya gila. Dia bisa ngelacak orang yang klik iklan hari ini, tapi baru beli 3 bulan lagi setelah buka email ke-10.
Kekurangan: Harganya "sultan". Setup-nya juga lumayan ribet dan butuh tim teknis khusus. Kurang cocok buat yang jualan produk receh dengan margin tipis.
4. Voluum (Spesialis Affiliate)
Buat para pemain Affiliate Marketing atau Media Buying yang main di banyak traffic source (Native Ads, Push Ads, Adult), Voluum adalah standar industri.
Kelebihan: Kecepatan redirect-nya kenceng banget (penting buat affiliate). Laporannya sangat granular sampai ke level device model dan IP address.
Kekurangan: Fokusnya lebih ke traffic management daripada server-side tracking buat e-commerce brand.
5. RedTrack
Mirip sama Voluum tapi lebih modern. RedTrack memposisikan diri sebagai solusi analitik dan atribusi buat media buyers.
Kelebihan: Punya fitur auto-optimization yang bisa matiin iklan otomatis kalau nggak perform. Integrasinya ke Facebook CAPI dan Google API juga mulus.
Kekurangan: UI/UX-nya agak clunky (kaku) dan butuh waktu belajar (learning curve) yang lumayan.
6. AnyTrack
AnyTrack ini konsepnya simpel: "Plug and Play". Mereka ngejual kemudahan integrasi.
Kelebihan: Integrasi ke banyak platform affiliate network gampang banget. Cocok buat yang males coding.
Kekurangan: Fitur customisasinya terbatas. Kalau butuh skenario tracking yang aneh-aneh (misal O2O), agak susah.
7. ClickMagick
Pemain lama yang masih bertahan. Dulu terkenal cuma buat link tracking, tapi sekarang udah berevolusi jadi software tracking iklan yang lengkap.
Kelebihan: Harganya relatif murah dibanding Hyros/Triple Whale. Bagus buat filtering bot traffic (klik palsu).
Kekurangan: Tampilannya jadul banget. Serasa pake software tahun 2010.
8. Madgicx
Madgicx sebenernya lebih ke Ad Automation Tool buat Facebook, tapi mereka punya fitur "Cloud Tracking" yang lumayan oke.
Kelebihan: Satu paket sama fitur bikin audiens dan automasi iklan. Jadi nggak perlu pindah-pindah tools.
Kekurangan: Fitur tracking-nya nggak sedalam tools yang emang spesialis tracking (seperti Konektor atau Hyros).
9. Wicked Reports
Ini saingannya Hyros buat pasar subscription dan long sales cycle.
Kelebihan: Bagus banget buat ngukur Customer Lifetime Value (LTV). Laporannya detail buat ngeliat ROI jangka panjang.
Kekurangan: Data sering delay (nggak real-time). Harganya juga lumayan premium.
10. Google Analytics 4 (GA4) - The Free Option
Nggak adil kalau nggak masukin GA4. Meskipun gratisan, ini tetep jadi baseline wajib.
Kelebihan: Gratis. Integrasi native sama Google Ads.
Kekurangan: Thresholding data (data sering disembunyikan Google kalau traffic dikit), UI-nya bikin pusing pemula, dan atribusinya sering bias ke produk Google sendiri.
Kesimpulan: Pilih yang Mana?
Kalau ditanya rekomendasi gue:
Pilih Konektor kalau kalian bisnis di Indonesia (Local Brand/UMKM/Corporate), butuh data akurat (Server-Side + Deduplikasi), butuh fitur Offline Import (WA/CRM), dan pengen harga yang best value. Infrastrukturnya solid banget.
Pilih Triple Whale kalau kalian dropshipper Shopify yang target pasarnya US dengan budget tools $300++/bulan.
Pilih Hyros kalau kalian jualan coaching/consulting mahal dengan funnel email yang panjang.
Ingat, di tahun 2026, data adalah aset. Jangan pelit investasi di software tracking iklan kalau nggak mau budget iklan kalian bocor sia-sia.
Semoga review ini membantu! Ada yang udah nyoba tools di atas? Share pengalaman kalian di kolom komentar ya!
