Menjaga Kilau Abadi: Fakta dan Fiksi dalam Merawat Lantai Batu Alam

Menjaga Kilau Abadi: Fakta dan Fiksi dalam Merawat Lantai Batu Alam
Souvenir.co.id - Salah satu ketakutan terbesar pemilik rumah ketika hendak memasang lantai marmer adalah mitos perawatannya yang dianggap "ribet" dan mahal. Banyak yang beranggapan bahwa marmer adalah material manja yang tidak boleh terkena noda sedikitpun dan membutuhkan alat pembersih khusus yang sulit didapat. Padahal, kenyataannya tidak seseram itu. Marmer telah digunakan selama ribuan tahun di bangunan-bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini, membuktikan ketahanannya.

Memang benar bahwa marmer memiliki pori-pori (porositas) yang membuatnya sensitif terhadap zat asam, namun dengan pengetahuan dasar yang tepat, merawat marmer sebenarnya cukup sederhana. Kunci utamanya adalah pencegahan dan penggunaan bahan pembersih yang tepat. Kesalahpahaman mengenai perawatan ini seringkali membuat orang beralih ke material imitasi yang justru tidak memiliki nilai investasi jangka panjang.

Meluruskan Kesalahpahaman Umum

Salah satu kesalahan paling fatal yang sering dilakukan adalah menggunakan pembersih lantai keramik biasa yang mengandung asam (seperti pembersih porselen) atau bahan alami seperti cuka dan jeruk nipis untuk membersihkan marmer. Zat asam akan bereaksi dengan kalsium karbonat dalam marmer, menyebabkan etsa (etching) atau noda kusam yang kasar. Pembersih terbaik untuk marmer hanyalah air hangat dan sabun pH netral.

Selain itu, banyak yang percaya bahwa sekali marmer terkena noda, ia akan rusak selamanya. Padahal, dengan teknik poultice (kompres) sederhana, banyak noda membandel bisa diangkat. Untuk mengetahui lebih detail mana yang fakta dan mana yang sekadar rumor, Anda bisa menyimak artikel yang membahas bagaimana mitos perawatan marmer terbongkar serta panduan praktis pemeliharaannya. Pengetahuan ini akan membebaskan Anda dari kekhawatiran berlebih.

Rutinitas Sederhana untuk Hasil Maksimal

Perawatan marmer sejatinya hanya membutuhkan kedisiplinan ringan: sapu debu secara rutin agar tidak menggores permukaan (abrasion), segera lap tumpahan cairan (terutama kopi, anggur, atau jus), dan lakukan pemolesan ulang (re-polishing) setiap beberapa tahun sekali untuk mengembalikan kilau aslinya. Pemolesan ulang ini adalah keunggulan marmer yang tidak dimiliki keramik; lantai lama bisa terlihat baru kembali.

Jika Anda membutuhkan produk perawatan yang tepat atau ingin berkonsultasi mengenai kondisi lantai marmer Anda yang sudah kusam, carilah informasi dari tempat anda bebelanja marmer. Dengan perawatan yang tepat, lantai marmer di rumah Anda tidak hanya akan bertahan seumur hidup, tetapi juga akan semakin memancarkan karakter dan keindahannya seiring berjalannya waktu (aging gracefully).


Next Post Previous Post