Analisis Teknis Kelayakan Properti dan Proyek Energi: Parameter Invetasi Strategis
| Analisis Teknis Kelayakan Properti dan Proyek Energi: Parameter Invetasi Strategis |
1. Studi Kelayakan Properti: Optimasi HBU dan Yield
Dalam sektor properti (residansial, komersial, atau hospitality), fokus utama jasa konsultan adalah mencapai titik Highest and Best Use (HBU).
Analisis Mikro Lokasi: Penilaian teknis terhadap aksesibilitas, visibilitas, dan catchment area. Konsultan harus membedah apakah lahan tersebut lebih layak untuk hotel, mall, atau hunian.
Perencanaan Struktur Biaya (CAPEX): Menghitung secara rinci biaya konstruksi per meter persegi, biaya perizinan, hingga biaya pemasaran.
Proyeksi Absorpsi Pasar: Menentukan absorption rate atau kecepatan pasar dalam menyerap unit yang ditawarkan untuk menentukan arus kas masuk (cash inflow).
Parameter Finansial: Fokus pada Exit Strategy dan Yield tahunan untuk memastikan properti tersebut atraktif bagi investor.
2. Studi Kelayakan Energi: Efisiensi dan Keberlanjutan
Untuk proyek energi (seperti PLTS, Smelter, atau efisiensi energi industri), parameter yang diukur jauh lebih teknis dan melibatkan variabel eksternal yang fluktuatif.
Audit Energi dan Potensi Sumber Daya: Memvalidasi ketersediaan input (misalnya intensitas radiasi matahari untuk PLTS atau ketersediaan cadangan bahan baku untuk energi termal).
Analisis Teknologi dan Degradasi: Menghitung efisiensi perangkat selama masa pakai (misal: degradasi panel surya) dan pengaruhnya terhadap Output energi jangka panjang.
Kajian Regulasi dan Tarif: Membedah skema tarif (Feed-in Tariff), kebijakan net-metering, serta insentif pajak dari pemerintah untuk sektor energi terbarukan.
LCOE (Levelized Cost of Energy): Menghitung biaya rata-rata per unit energi yang dihasilkan selama masa pakai proyek untuk membandingkannya dengan harga pasar.
3. Integrasi Jasa Feasibility Study dalam Pengambilan Keputusan
Mengapa Anda membutuhkan jasa feasibility study profesional dalam proyek properti dan energi?
Analisis Sensitivitas Variabel: Proyek properti sensitif terhadap bunga bank, sementara proyek energi sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas. Konsultan menyediakan simulasi skenario (Optimis, Moderat, Pesimis) untuk menguji ketahanan finansial.
Kredibilitas Pendanaan: Institusi keuangan memerlukan dokumen independen yang membuktikan bahwa Debt Service Coverage Ratio (DSCR) memadai untuk pelunasan hutang.
Kepatuhan ESG (Environmental, Social, Governance): Khusus untuk proyek energi dan properti skala besar, kepatuhan terhadap standar hijau kini menjadi prasyarat untuk mendapatkan "Green Financing".
Ringkasan Parameter Teknis
| Parameter | Properti | Energi |
| Metrik Utama | Yield, Occupancy, HBU | LCOE, Capacity Factor, ROI |
| Risiko Teknis | Keterlambatan Konstruksi | Degradasi Performa Alat |
| Fokus Pasar | Daya Beli & Lokasi | Regulasi Tarif & Koneksi Grid |
Baik dalam pembangunan gedung pencakar langit maupun instalasi pembangkit energi, pembuatan feasibility study adalah fondasi yang memastikan modal tidak terbuang pada proyek yang secara teknis tidak mungkin atau secara finansial merugi. Dengan data dari jasa feasibility study, investor memiliki kendali penuh atas risiko dan kepastian pengembalian modal.
baca juga jasa pembuatan studi kelayakan
